Postingan

Di sebatas senja

Kisah 3 tahun yang sudah saya duga ahkirnya akan menemukan kata perpisahan, kini benar-benar sudah harus selesai. Saya sudah tidak mendapatkan ucapan selamat pagi, lagi. Setelah perpisahan kemarin yang terasa begitu menyakitkan; perihal ungkapan rasa sayang saya selama ini baginya hanya angin lalu saja. Senja tolong bawa rasa ini pergi. Saya sadar bahwa kalau dia gak mau sama saya sedari awal kenapa dia baru ngungkapin hal itu ke saya setelah 3 tahun bersama-sama.  Maaf, Aku pergi ya, terimakasih untuk 3 tahun yang terasa sia-sia. Di bawah sinar senja sore hari aku sudah tak berhak untuk mendapatkan kabarmu, lagi. Berbahagialah dengan siapapun setelah ini.

Senja yang sedang merindukan pelangi

Hallo ! Alisha masih saja mengenang masa-masa indah, saat ia masih bisa melihat pemandangan indah bersama Kean, mereka duduk dekat danau yang letaknya tak jauh dari rumah Alisha. Alisha selalu saja menuliskan hal-hal manis yang selalu Kean lakukan untuknya. Sepertinya memberinya sebuah kertas ber-isi kan puisi dari Kean tentang Alisha yang setiap hari selalu muram karena harus menghadapi tugas sekolah atau Kean selalu memberikan-nya sebuah es cream saat ia dan Alisha duduk di dekat danau berdua saat matahari sudah mulai meninggalkan bumi secara perlahan. Perih, memang kenangan manis itu sudah pudar ditelan waktu. Danau yang dahulu sangat indah di hadapannya kini tak ada seorangpun yang mengisi, kosong; benar-benar tidak ada siapapun. Tak ada canda gurau dan tawa khas milik Kean yang menggema.  Alisha rindu saat masa putih abu-abu. Ia mengenal Kean sebagai sosok lelaki perfect walau tampangnya sangat garang bila di pandang. Tapi sayangnya sikapnya tak sama dengan wajahnya, manja ada...

Gemericik Hujan Bulan Desember

Hallo ! Beberapa bulan sebelumnya, Ku menemukan sosok laki-laki yang cukup memikat hati karena sifatnya mirip sekali dengan kebanyakan tokoh wattpad tetapi dia versi dunia nyata. Bisa menghormati perempuan, melindungi, tak banyak bicara namun selalu membuatku merasa bahwa aku spesial di hatinya. Meski demikian kalau laki-laki lain malu untuk berbicara tentang masa lalunya ia malah bercerita tentang siapa dirinya di masa lalu. Ber-atittude baik dan dari segi agama kami tidak berbeda keyakinan. Namun yang aku takutkan adalah diriku sendiri akan menyakitinya karena ulahku yang terkadang egois. Awal. Pada saat bulan Desember kala itu, hujan terus mengguyur kota ku yang sering mendapat julukan 'kota tapis berseri'. Aku tak pernah menelusuri setiap sudut kota ini, walau aku sejak dari bayi menetap di kota ini. Sungguh tak ku sangka hujan gerimis bulan Desember bisa membawaku kepada sosok laki-laki baik. Ia meluluhkan pegunungan es yang telah ku buat kokoh untuk mereka yang mendekat h...