Senja yang sedang merindukan pelangi
Hallo !
Alisha masih saja mengenang masa-masa indah, saat ia masih bisa melihat pemandangan indah bersama Kean, mereka duduk dekat danau yang letaknya tak jauh dari rumah Alisha.
Alisha selalu saja menuliskan hal-hal manis yang selalu Kean lakukan untuknya. Sepertinya memberinya sebuah kertas ber-isi kan puisi dari Kean tentang Alisha yang setiap hari selalu muram karena harus menghadapi tugas sekolah atau Kean selalu memberikan-nya sebuah es cream saat ia dan Alisha duduk di dekat danau berdua saat matahari sudah mulai meninggalkan bumi secara perlahan.
Perih, memang kenangan manis itu sudah pudar ditelan waktu. Danau yang dahulu sangat indah di hadapannya kini tak ada seorangpun yang mengisi, kosong; benar-benar tidak ada siapapun. Tak ada canda gurau dan tawa khas milik Kean yang menggema.
Alisha rindu saat masa putih abu-abu. Ia mengenal Kean sebagai sosok lelaki perfect walau tampangnya sangat garang bila di pandang. Tapi sayangnya sikapnya tak sama dengan wajahnya, manja adalah sifat Kean yang tidak hilang sedari ia masih kecil.
Maaf, aku masih mengenang 'kita' yang sudah berahkir dengan perpisahan dua dimensi yang berbeda.
Luka itu nyata adanya bahkan sampai detik ini luka itu masih membekas di hati seseorang yang kau tinggalkan.
Kau pergi jauh bertemu dengan Tuhan sedangkan aku masih disini menunggu kau kembali, pulang.
Pada pelukanku namun itu hanya gurau ku saja. Sebab kau sudah bahagia di pangkuan tuhan, wahai pemilik semestaku yang sudah lama hilang.
Komentar
Posting Komentar