Gemericik Hujan Bulan Desember
Hallo !
Beberapa bulan sebelumnya,
Ku menemukan sosok laki-laki yang cukup memikat hati karena sifatnya mirip sekali dengan kebanyakan tokoh wattpad tetapi dia versi dunia nyata. Bisa menghormati perempuan, melindungi, tak banyak bicara namun selalu membuatku merasa bahwa aku spesial di hatinya. Meski demikian kalau laki-laki lain malu untuk berbicara tentang masa lalunya ia malah bercerita tentang siapa dirinya di masa lalu. Ber-atittude baik dan dari segi agama kami tidak berbeda keyakinan. Namun yang aku takutkan adalah diriku sendiri akan menyakitinya karena ulahku yang terkadang egois.
Awal.
Pada saat bulan Desember kala itu, hujan terus mengguyur kota ku yang sering mendapat julukan 'kota tapis berseri'. Aku tak pernah menelusuri setiap sudut kota ini, walau aku sejak dari bayi menetap di kota ini. Sungguh tak ku sangka hujan gerimis bulan Desember bisa membawaku kepada sosok laki-laki baik. Ia meluluhkan pegunungan es yang telah ku buat kokoh untuk mereka yang mendekat hanya karena penasaran. Namun, sial dia selalu bisa merobohkan tembok besar yang aku ciptakan. Ia tak penasaran namun hatinya tulus.
Sikapku yang sudah terlalu dingin membuat semua laki-laki menjauh jika mereka sekedar penasaran. Namun, kau berbeda kau tetap bertahan padahal aku seringkali mengabaikanmu dan bersikap semauku tanpa memikirkan bagaimana perasaanmu saat itu.
Tak pernah ku sangka kau akan menjadikanku sebagai rumah untukmu kembali 'pulang'. Padahal aku sendiri sudah muak dengan melodi musik yang bergenre gembira harus menjadi suara tangisan yang histeris. Sebab, kisahnya harus berahkir dengan terpaksa, dahulu.
Kini, semenjak bertemu dengan sosokmu kupu-kupu yang dahulu takut untuk terbang lebih tinggi sekarang mereka terbang bebas kemanapun mereka mau tanpa adanya rasa takut dan sekarang mereka sudah bisa membawa rinduku kepada pemilik semestaku yang baru, kamu.
Ia sosok lelaki puitis yang menyampaikan sesuatu dengan menulis di sebuah kertas coklat dan saat ku baca satu persatu lalu memahami isi maksud hatinya yang ia utarakan lewat kata-kata, itu sangat istimewa.
Sungguh indah jika dipandang oleh mata, terkadang rindu masih saja menjelma menjadi sosokmu untuk menemaniku di malam-malam dingin yang sangat membangkitkan semangatku untuk sekedar menuliskan tentangmu.
Kau terlalu indah jika harus ku ungkapkan dengan kata-kata yang sederhana.
Tuturmu yang sangat menenangkan ku saat aku sedang tidak baik-baik saja, kau selalu menyakinkan bahwa kau selalu ada meski hanya lewat puisi-puisi tengah malam yang sering kau tulis untukku.
Untukmu yang sudah bersedia masuk ke dalam semestaku yang sudah hancur lebur bersama luka, dan kau dengan ikhlas menerima lalu mengajakku untuk membereskan sisa luka yang sudah usang termakan waktu.
Terimakasih ya!
Bandarlampung, 20 Mei 2021.
Komentar
Posting Komentar